Rambu-Rambu untuk Menghindari Plagiarisme

    Plagiarisme patut dihindari karena dengan menjiplak atau mencontek sebetulnya seorang ilmuwan telah merendahkan dirinya sendiri. Plagiarisme adalah suatu perbuatan yang melanggar norma kejururan karena yang diakui sebagai karyanya tidak lain adalah karya orang lain. Rambu-rambu ini diharapkan dapat membantu staf pengajar Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dalam menjaga agar plagiarisme tidak terjadi karena ketidaktahuan.

    1. Plagiarisme dan Non-Plagiarisme

    Contoh: Dalam Kompas Online, "Didaktika: Penilaian Berbasis Kompetensi," oleh Agus

    Ustiyono tertulis:

    Aspek yang dinilai dari PBK adalah aspek kognitif. afektif. dan psikomotorik. Untuk melaksanakan penilaian, guru dapat menggunakan bentuk penilaian yang telah dikenal. Bentuk penilaian dimaksud adalah penilaian tes, penilaian penampilan atau performa saat siswa berpidato. saat presentasi di depan kelas, saat ter1ibat dan melibatkan diri dalam diskusi kelompok. serta saat siswa melakukan eksperimen. Bentuk penilaian lain adalah penilaian dengan penugasan, yang bertujuan untuk menilai saat siswa melakukan dan menyelesaikan suatu proyek, yakni dalam bentuk penilaian portotolio.

    Di bawah ini adalah format tulisan yang TIDAK TERTERIMA dan disebut plagiarisme

    karena dikutip tanpa menyebutkan sumbemya. dan perubahan dari teks asli ke teks kedua hanyalah dengan mengubah beberapa kata saja.

    PBK mengukur kemampuan kognitif. afektif. dan psikomotorik. Guru dapat saja melakukan penilaian dengan tes, penilaian performa. Sentuk penilaian kedua ini digunakan pada waktu siswa berdiskusi kelompok. presentasi. atau bekerja di laboratorium. Selain itu ada bentuk penilaian lain yaitu penugasan seperti dalam proyek dan portfolio.

    Sebuah contoh paraphrase yang TERTERIMA adalah sbb.:

    Dengan perubahan kurikulum 1994 menjadi Kurikulum 2000 yang merupakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), berubah pula pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran dan teknik penilaian. KBK menggunakan proses pembelajaran dan penilaian yang berpusat pada siswa, Agus Ustiyono (Kompas, 23 Januari 2003) menggunakan istiJah PBK atau Penilaian Berbasis Kompetensi yaitu tes yang sudah dikenal dan proyek serta portfolio.

     

    2. Informasi Mana yang Harus Disebutkan Sumbernya

    Harus disebutkan sumbernya

    Tidak perlu disebutkan sumbernya

    Apabila Saudara menggunakan kata-kata atau gagasan seseorang dari majalah buku, surat kabar, nyanyian, program TV, film, halaman web, program komputer, surat, iklan, atau media lain.

    Apabila Saudara menulis dari pengalaman, pengamatan. Pandangan Saudara. pikiran, kesimpulan Saudara sendiri ten tang sesuatu.

    Apabila saudara menggunakan informasi yang Saudara peroleh dari wawancara dengan seseorang.

    Apabila saudara menggunakan ‘Informasi yang dianggap umum”- cerita rakyat, pengamatan yang berdasar akal sehat, pengetahuan yang sudah dipakai dalam bidang studi atau kelompok budaya umu.

    Apabila Saudara menyalin kata per kata atau sebuah "frase yang khas".

    Apabila Saudara menyusun fakta yang sudah diterima secara umurn.

    Apabila Saudara mencetak ulang diagram, ilustrasi, table, gambar apapun.

    Apabila Saudara menulis hasil penelitian Saudara sendiri.

    Apabila Saudara menggunakan gagasan yang diberikan seseorang melalui bincang-bincang atau email.

     

    3. Beberapa teknik untuk menghindari plagiarisme?

     

    Yang harus dilakukan selama proses menulis

    Yang tampak setelah tulisan selesai

    Apabila meneliti, mencatat dan mewawancarai seseorang

    ·         Berilah tanda Q (untuk quote) atau tanda kutip besar pada kata-kata oranglain.

    ·         Tandailah dalam catatan Saudara gagasan mana yang menyebutkan sumbemya sebagai kombinasi dari diambil dari sumber (S) mana yang merupakan pandangan Saudara sendiri (AKU).

    ·         Rekam/tulislah dalam  buku catatan Saudara semua dokumen informasi yang relevan.

    Koreksi (proofread) dan cek dengan catatan Saudara (atau fotokopi saurnber) untuk memastikan bahwa semua yang Saudara kutip sudah menyebutkan sumbernya sebagai kombinasi dari dan beberapa teknik mengutip sbb.:

    • Kutipan antar-teks
    • Catatan kaki
    • Bibliografi
    • Tanda kutip
    • Kutipan tidak langsung

     

    Apabila saudara menguraikan dengan ka-kata sendiri (paraphrase) atau membuat ringkasan

    ·         Pertama, tulislah dengan kata-kata sendiri dan ringkaslah tanpa melihat ke teks asli sehingga Saudara bertautan kepada ingatan Saudara.

    ·         Kemudian, periksalah apakah versi Saudara sesuai dengan teks asli dalam hal: isi, keakuratan, dan frase-frase yang secara tidak sengaja Saudara pinjam

    ·     Awalilah ringkasan Saudara dengan memberikan penghargaan kepada sumbernya: Menurut Jonathan Kozol, …

    ·       Letakkan semua kata-kata atau frase tertentu yang tidak bisa Saudara gantikan, atau tidak ingin Saudara ubah, di antara koma pembuka dan koma penutup: … “savage inequalities” exist throughout our educational system (Kozol).

    Apabila mengutip langsung

    ·       Letakkan nama orang yang langsung Saudara kutip di samping kutipan Saudara, dan  dalam tulisan Saudara.

    ·      Pilihlah dengan benar mana kata-kata yang hendak Saudara kutip langsung karena terlalu banyak kutipan langsung dapat mengurangi kredibilitas Saudara.

     

    ·    Sebutkan nama orang yang Saudara kutip, di awal, di tengah atau di akhir kutipan.

    ·   Tanda kutip dipakai di awal dan di belakang kata-kata yang dikutip

    ·  Tulislah frase tambahan dalam kurung kurawal ([ ]) dan teks bagian teks yang saudara hilangkan dengan kurung kecil(. . .)

    Apabila mengutip tidak langsung

    ·      Letakkan nama orang yang Saudara kutip di samping kutipan Saudara, dan dalam tulisan Saudara.

    ·  Tulis kembali gagasan penting menggunakan kata-kata dan struktur kalimat berbeda (dari teks aslinya)

    · Sebutkan nama orang yang Saudara kutip, di awal, di tengah atau di akhgir kutipan.

    · Periksa ulang untuk meyakinkan bahwa kata-kata dan struktur kalimat sudah berbeda dari teks aslinya.

     

     

    Menentukan mana yang tergolong "pengetahuan umum"

    Materi disebut pengetahuan umum apabila

    ·         Saudara menemukan informasi tersebut didokumentasi dalam minimal lima sumber lain. Misalnya infonnasi tentong SARS.

    ·         Saudara merasa bahwa informasi tersebut sudah diketahui oleh pembaca Saudara .

    Misalnya. Presiden Soekarno adalah presiden pertama Rl.

    Saudara berpikir bahwa informasi tersebut dengan mudah dapat ditemukan dalam sumber umum (ensiklopedia, kamus, atau yang sejenis). Misalnya, riwayat hidup Albert Einstein.

     

    Diringkas dari :

    - Surat Edaran Rektor No. 0988/WM01/Q/2003

    - Surat Keputusan Rektor No. 1003a/WM01/E/2014

    Tautan Lainnya

    Journal UKWMS

    Sistem Informasi Akademik

    Universitas

    Perpustakaan Nasional RI

     

    Kontak

    Perpustakaan Pusat

    Jl. Dinoyo 42-44

    Surabaya 60265

    (031) 5678478, ext. 196

     library@ukwms.ac.id

    © Perpustakaan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, 2017. Designed By JoomShaper

    Search